London (Lampost.co) -- Antonio Conte
melakukan perubahan strategi untuk Chelsea saat menghadapi Qarabag pada
laga perdana grup C Liga Champions 2017--2018, Rabu 13 September.
Menurut pelatih asal Italia itu, ada lima perubahan strategi yang
dilakukan pada laga tersebut.
Perubahan pertama dilakukan Conte adalah menempatkan bek Davide Zappacosta sebagai gelandang sayap kanan yang biasa ditempati Victor Moses. Kemudian, Conte menempatkan Andreas Christensen sebagai bek tengah, menggeser Gary Cahill ke sebelah kiri, Willian sebagai gelandang serang, dan mempercayai Michy Batshuayi sebagai striker.
Namun, perubahan yang dilakukan Conte tak membuat Chelsea lemah. Mereka buktinya mampu meraih kemenangan dengan skor telak 6-0 pada laga tersebut.
Conte mengaku optimistis bisa meraih kemenangan, meski melakukan perubahan. Sebab, ia sudah percaya dengan kualitas para pemainnya.
"Saya mendengar kritik terhadap kedalaman skuat saya. Sekarang kami bisa menang. Sebelumnya, Anda mengkritik saya karena suka melakukan banyak perubahan," ujar Conte.
"Saya pikir dalam situasi ini sangat penting untuk memberi kesempatan kepada pemain seperti Christensen. Ia adalah pemain muda dari akademi," tambahnya.
"Mereka harus mengerti saya memercayai pemain saya. Saya memiliki 17 pemain senior dan setiap pemain memiliki kesempatan bermain," tutur Conte.
Conte pun tak lupa memberikan pujian kepada pemain-pemain yang tampil apik pada laga tersebut. Termasuk Batshuayi dan Zappacosta.
"Ada banyak hal positif bagi kami. Batshuayi mencetak gol, penampilan pertama Zappacosta di Stamford Bridge. Ia bermain bagus. Eden Hazard mencoba untuk menemukan yang terbaik pasca cedera. Kami senang melihatnya kembali di lapangan," imbuhnya.
Berkat kemenangan ini, Chelsea berada di puncak klasemen sementara Grup B. The Blues unggul dua poin dari Atletico Madrid dan AS Roma yang berada di peringkat kedua dan ketiga. (Soccerway)
Perubahan pertama dilakukan Conte adalah menempatkan bek Davide Zappacosta sebagai gelandang sayap kanan yang biasa ditempati Victor Moses. Kemudian, Conte menempatkan Andreas Christensen sebagai bek tengah, menggeser Gary Cahill ke sebelah kiri, Willian sebagai gelandang serang, dan mempercayai Michy Batshuayi sebagai striker.
Namun, perubahan yang dilakukan Conte tak membuat Chelsea lemah. Mereka buktinya mampu meraih kemenangan dengan skor telak 6-0 pada laga tersebut.
Conte mengaku optimistis bisa meraih kemenangan, meski melakukan perubahan. Sebab, ia sudah percaya dengan kualitas para pemainnya.
"Saya mendengar kritik terhadap kedalaman skuat saya. Sekarang kami bisa menang. Sebelumnya, Anda mengkritik saya karena suka melakukan banyak perubahan," ujar Conte.
"Saya pikir dalam situasi ini sangat penting untuk memberi kesempatan kepada pemain seperti Christensen. Ia adalah pemain muda dari akademi," tambahnya.
"Mereka harus mengerti saya memercayai pemain saya. Saya memiliki 17 pemain senior dan setiap pemain memiliki kesempatan bermain," tutur Conte.
Conte pun tak lupa memberikan pujian kepada pemain-pemain yang tampil apik pada laga tersebut. Termasuk Batshuayi dan Zappacosta.
"Ada banyak hal positif bagi kami. Batshuayi mencetak gol, penampilan pertama Zappacosta di Stamford Bridge. Ia bermain bagus. Eden Hazard mencoba untuk menemukan yang terbaik pasca cedera. Kami senang melihatnya kembali di lapangan," imbuhnya.
Berkat kemenangan ini, Chelsea berada di puncak klasemen sementara Grup B. The Blues unggul dua poin dari Atletico Madrid dan AS Roma yang berada di peringkat kedua dan ketiga. (Soccerway)
Ini Alasan Conte Mengubah Strategi saat Lawan Qarabag
Reviewed by pastibisa
on
September 12, 2017
Rating:
Reviewed by pastibisa
on
September 12, 2017
Rating:

Tidak ada komentar: